Minggu, 09 Desember 2018

Contoh Surat Lamaran ke tempat makan Bakso

Perihal : Lamaran Pekerjaan
Bandung, 25 September 2018
Kepada. Yth. :
Pimpinan Rumah Makan Bakso Boedjangan
Di Tempat


Dengan hormat,
Berdasarkan informasi yang saya dapat bahwa perusahaan Bapak / Ibu pimpin membutuhkan karyawan / karyawati baru.
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Husna Ginanisa
Tempat/Tgl. Lahir : Bogor, 12 Oktober 1996
Alamat Asal : Kp. Pasirandu RT 04/01 Kec. Jasinga Kab. Bogor
Domisili : Jln. A.H Nasution Kel. Cipadung No.13 RT 01/05
Pendidikan : S1 Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam UIN SGD Bandung
Telepon : 085691512308

Berdasarkan keterangan di atas saya bermasksud melamar pekerjaan untuk menjadi karyawan di tempat Bapak/Ibu pimpin sekarang ini. Sebagai bahan pertimbangan saya lampirkan:
Curriculum Vitae
Fotocopy KTP
Surat Lamaran
Demikian surat lamaran yang saya buat sebenar-benarnya, atas perhatian dan kebijaksanaan Bapak/Ibu saya ucapkan terimakasih.



Hormat saya,
Husna Ginanisa

Contoh TOR Kegiatan Diklat


TERM OF REFERENCE
DIKLAT DAN PENGUKUHAN
“Mengembangkan Potensi Diri dan Meningkatkan Semangat Untuk Berkarya ”

I. LATAR BELAKANG
Free Film Production adalah sebuah komunitas yang berbasis film, dengan hal ini anggota Free Film harus terus mengasah mengenai perfilaman yang sangat dibutuhkan kekreatifan dalam audio visual di zamannya. Dalam konten yang tidak sembarangan perlu diperhatikan mengenai isi pesan yang disampaikan supaya pesan yang disampaikan bisa dipahami dan dimengerti oleh penonton. Keanggotaan Free Film juga haruslah memiliki sifat integritas dan profesional dengan nilai-nilai keIslaman dan Pancasila, karena Free Film yang merupakan sebuah komunitas di jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam mewadahi para aanggota Free Film untuk terus berkarya.

II. DASAR HUKUM TUGAS DAN FUNGSI/KEBIJAKAN
Yang menjadi dasar hukum atau landasan di Free Film Production Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam adalah :
Hasil Program Rapat Kerja Devisi Pembinaan
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD & ART) Free Film Production
Kode Etik Free Film Production

III. STRATEGI PENCAPAIAN
Strategi Pencapaian kegiatan ini mewujudkan dan membina anggota Free Film Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam diantaranya:
Memiliki integritas dan profesional di dalam diri anggota Free Film
Memiliki kemampuan dalam membuat audio visual yang berkonten Ke-Islaman dan Pancasila
Menuangkan kekreatifan di dalam diri anggota Free Filma
Memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk berkarya

IV. ORGANISASI PELAKSANA
Kegiatan Diklat dan Pengukuhan ini diseleggarakan oleh pengurus Departemen HRD Devisi Pembinaan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung
V. PESERTA
Seluruh anggota angkatan 2018 Free Film Production Jurusan  Komunikasi dan Penyiaran Islam
VI. BENTUK KEGIATAN
Dalam kegiatan ini kami menyuguhkan beberapa pokok kegiatan, antara lain :
Diskusi
Praktik

VII. GAMBARAN UMUM KEGIATAN
Dalam kegiatan ini seluruh anggota Free Film angkatan 2018 dikumpulkan disebuah vila yang akan nanti ditentukan, kemudian dikumpulkan dengan grup yang sudah dibuat, kemudian kami memberikan sebuah tugas produksi berganre bebas dan memberikan mentor disetiap grup.
Setelah hasil diklat yang dilaksanakan 2 hari langsung kepada acara pengukuhan yang dimana acara ini berisi pelantikan anggota muda angkatan 2018.
VIII. BIAYA YANG DIPERLUKAN
Biaya yang diperlukan dalam kegiatan ini sebesar Rp. 3.000.000-,

Selasa, 04 Desember 2018

Sungguh aneh tapi nyata semester akhir

begini jadi mahasiswa akhir, kerjaannya sibuk mulu,sibuk main game, kerja dan mengabdi pada orang disekitar. ini aku bukan mau mengeluh hanya saja ingin curhat sedikit. aku sekarang adalah mahasiswa semester 7 di Universitar yang ada di Bandung, yakni Universitar Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Jurusanku adalah Komunikasi dan Penyiaran Islam, nanti aku akan menjadi sarjan yang punya title S.Sos. Mengenai kuliahku disemester ini sangat luar biasa, alasannya aku tidak menyanka dakan melewati hari-hari yang sangat melelahkan,ak pikir kuliah itu gampang, ya memang gampang, kalian ingin tahu sulitnya apa di semester 7? bagiku hal yang sulit untuk saat ini adalah membagi waktu, dan kemalasan yang berujung aku harus mendapatkan semua yang telah ku pilih menjadi baik-baik saja. katakanlah aku mahasiswa aktif di tempatku menimba ilmu. Aku tidak hanya kuliah biasa tapi aku juga mengabdi pada Jurusan dan Fakultas. Aku mengikuti sebuah organisasi yang ada di jurusan dan Fakultas rasanya beda sekali dengan semester-semester sebelumnya, bedanya tuh kalo semester sebelum 7 tuh rasane semangat terus tapi ntah kenapa di semester akhirini semangatku menurun, padahal di semester 7 jurusanku tahun ini hanya ada 5 matkul, permasalahannya itu susah sekali untuk datang ke kampus pagi-pagi. sulit sekali sampai aku sering terlambat masuk kelas, fakor yang sudah jarang masuk kelasmenyebabkan kita menurun untuk berangakat kulaih, jadwal loncat-loncat. Di semester 7 juga banyak sekali orang sibuk dengan mencari jurnal dan melihat-melihat skripsi aslian itu sampai berjam-jam tapi belum menentukan titik permasalahan bagi mahasiswa semester 7 ditekankan agar kami segera menyelesaikan studi kami, mungkin tidak hanya orang tua yang ingin anaknya segera lulus dan memiliki gelas sarjana tapi kajur dan dekan juga ingin segera anak-anaknya tuh segera beres kuliah. hm.... apndanganku dengan keadaan ini oklah kalo begitu akan aku usahakan sebagai anak yang baik ini. Aku punya tips buat kalian di UIN Bandung tuh kalian harus mengikuti tahfidz dimana tahfidz adalah syarat kalian lulus, jadi sebelum kalian semester 7 segeralah mengambil tes ini, karena aku khawatir kalian sibuk dengan dunia yang belum kalian rasakan dan kalian sibuk akan sesuatu, di semester bawah dan pertengahan kuliah masih semangat-semangatnya jadi segeralah kalian tahfidz, karena bagi aku tahfidz adalah tes yang sangat sulit untuk semester akhir sepertiku.
mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca, semoga kalian beruntung, salah budak KPI.

Rabu, 11 Juli 2018

Mengenal Stunting Bagi Penerus Bangsa

Stunting terdengar masih awam dikalangan masyarakat, padahal stunting sangat penting dan diteliti bahkan dibahas, sebab stunting merupakan kondisi kekuranagn gizi kronis yang dialami balita yang sudah lahir atau masih berada di dalam janin ibu, seperti ciri-cirinya tinggi badan kurang (pendek), berat badan yang tidak sesuai dengan seusianya, kemudian masalah stunting ini lebih berbahaya lagi kondisi yang menyebabkan pertumpuhan otak lambat, atau anak tidak cerdas kemudian anak menjadi lemah sehingga mudah sakit-sakitan, anak akan sulit mengikuti pelajaran saat bersekolah, setelah bersekolah akan sulit mendapatkan pekerjaan.

Masalah ini di Indonesia berada diurutan ke-4 mengalami kondisi stunting. Saat ini 8juta anak Indonesia mengalami pertumbuhan tidak maksimal atau bahkan lebih dari 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting. Data stunting di Kabupaten Bogor berdasarkan data Litbang Kabupaten Kabupaten Bogor tahun 2017 sekitar 26,9 % dari 323 anak yang diperiksa dengan kisaran 0-59 bulan adalah stunting. Bulan Maret 2018 Dinas Kesehatan memiliki data jumlah balita kerdil di Kabupaten Bogor mencapai 27% dari 530.00 jiwa setara 159.000 jiwa.

Apa yang dilakukan masyarakat dalam menangani stunting ini? Apabila Dinas Komunikasi dan Informatika mengadakan forum Sosialisasi tentang Stunting, dengan kelanjutan menginformasikan di media sosial seperti Instagram, Facebook, twitter, radio Teman dan Tegar Heriman Tv menyebarkan kejadian stunting kemudian Dinas Kominfo pun membuat majalah tentang Stunting.

Sedangkan dari Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Budaya Bogor melakukan Progrem Pelaksanaa Intensivensi Pencegahan Terintegrasi Stunting, Lokus Daerah stunting terintegrasi di provinsi Jawa Barat terdapat 8 kecamatan, di dalam kutipan acara forum sosialisai stunting yang dilaksanakan 10 Jui 2018  di Dinas Kominfo Kabupaten Bandung.

Lain halnya Dede Agung Priatna sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bogor memberikan solusi yang berjudul 60 Detik Langkah Nyata Berperan Menyiapkan Generasi Produktif di Masa Depan. Dalam bincnagannya hal yang pertama dilakukan yaitu hidup sehat dan mencuci tangan dengan baik dan benar. Yang pertamamencuci tangan sebalum sebelum makan, mencuci tangan sesudah makan , mencuci tangan sebelum menyentuh bayi, mencuci tangan setelah buang air.

Karena stunting sangat berbahaya dan harus segera dibasmi maka kita selaku warga Indonesia harus turut andil dalam melindungi, memberdayakan bahkan mensejahterakan orang-orang yang kita sayangi dari stunting, 1000 hari pertama kehidupan seorang anak merupakan periode emas penerus Bangsa Indonesia

Kolaborasi Kementrian KOMINFO RI dengan Dinas KOMINFO Kab. Bogor adakan Forum Sosialisasi Stunting

Cibinong - Kementian Kominfo RI dan Dinas Kominfo Kab. Bogor telah menyelenggarakan acara Forum Sosialisasi Stunting. Menyusung tema “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Rangka Penurunan Presentase Stunting” di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Bogor, yang dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Kab. Bogor Wawan Munawar Sidik(10/7/2018)

Hasil laporan Teti Sutiati Bidang Koordinasi Dinas Kab. Bogor, kegiatan forum tersebut diikuti oleh 100 peserta dari 10 desa Kab.Bogor yang terdiri dari camat, kepala desa, sekelompok informasi masyarakat, kader masyarat, tim pembinaan kesejahteraan Keluarga (PKK), Lembaga pemberdayaan masyarakat camat daerah, tim koordinasi program keluarga (PKH), dan media lepas terdiri dari lembaga penyiaran Provinsi Bogor Raya. Di tambah kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dan sambutan.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara forum Sosialisasi Wawan Munawar membacakan sambutan Bupati Kab.Bogor Nurhayanti yang berisi tentang forum sosialisasi menyatakan kegiatan forum sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mewujudkan komitmen bersama, mewujudkan kondisi optimal Kab.Bogor termaju di Indonesia.

Diapun menambahkan acara forum ini sangat penting dan strategis, karena fokus stunting tidak hanya mempengaruhi kualitas kehidupan dan menimbulkan gangguan fisik, akan tetapi juga mempengaruhi kecerdasan dan produktivitas di masa dewasanya yang tentu menjadi faktor penting kual
itas generasi penerus.

Sementara Kasubdit Kementrian Wakil Lembaga Komunikasi dan Sosial Maroli J.Indarto, Forum sosialisasi stunting ini sangat penting terkait pengembangan manusia, disebabkan perekonomian Indonesia, bahwa pembangunan infrastruktur yang akan menuju pada priode yang akan mendatang dan dari data3 dari 10 orang terindentifikasi stunting. Bagi Maroli Stunting adalah balita mengalami kekurangan gizi kronis pada balita dan kurangnya daya/kelemahan otak.

“Harapan saya perwakilan masyarakat ini bisa mengkomunikasiakn dengan masyarakatnya yang dipedesaan, atau bapak, ibu bisa bekomunikasi dengan bahasa yang dimengerti dan dipahami didesa masing-masing sehingga bisa mengurangi suatu kejaidan stunting sehingga untuk menjadi modal kesatuan bangsa. Kata Maroli