Cibinong - Kementian Kominfo RI dan Dinas Kominfo Kab. Bogor telah menyelenggarakan acara Forum Sosialisasi Stunting. Menyusung tema “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Rangka Penurunan Presentase Stunting” di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Bogor, yang dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Kab. Bogor Wawan Munawar Sidik(10/7/2018)
Hasil laporan Teti Sutiati Bidang Koordinasi Dinas Kab. Bogor, kegiatan forum tersebut diikuti oleh 100 peserta dari 10 desa Kab.Bogor yang terdiri dari camat, kepala desa, sekelompok informasi masyarakat, kader masyarat, tim pembinaan kesejahteraan Keluarga (PKK), Lembaga pemberdayaan masyarakat camat daerah, tim koordinasi program keluarga (PKH), dan media lepas terdiri dari lembaga penyiaran Provinsi Bogor Raya. Di tambah kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dan sambutan.
Dalam sambutan sekaligus membuka acara forum Sosialisasi Wawan Munawar membacakan sambutan Bupati Kab.Bogor Nurhayanti yang berisi tentang forum sosialisasi menyatakan kegiatan forum sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mewujudkan komitmen bersama, mewujudkan kondisi optimal Kab.Bogor termaju di Indonesia.
Diapun menambahkan acara forum ini sangat penting dan strategis, karena fokus stunting tidak hanya mempengaruhi kualitas kehidupan dan menimbulkan gangguan fisik, akan tetapi juga mempengaruhi kecerdasan dan produktivitas di masa dewasanya yang tentu menjadi faktor penting kual
itas generasi penerus.
Sementara Kasubdit Kementrian Wakil Lembaga Komunikasi dan Sosial Maroli J.Indarto, Forum sosialisasi stunting ini sangat penting terkait pengembangan manusia, disebabkan perekonomian Indonesia, bahwa pembangunan infrastruktur yang akan menuju pada priode yang akan mendatang dan dari data3 dari 10 orang terindentifikasi stunting. Bagi Maroli Stunting adalah balita mengalami kekurangan gizi kronis pada balita dan kurangnya daya/kelemahan otak.
“Harapan saya perwakilan masyarakat ini bisa mengkomunikasiakn dengan masyarakatnya yang dipedesaan, atau bapak, ibu bisa bekomunikasi dengan bahasa yang dimengerti dan dipahami didesa masing-masing sehingga bisa mengurangi suatu kejaidan stunting sehingga untuk menjadi modal kesatuan bangsa. Kata Maroli

Tidak ada komentar:
Posting Komentar