Stunting terdengar masih awam dikalangan masyarakat, padahal stunting sangat penting dan diteliti bahkan dibahas, sebab stunting merupakan kondisi kekuranagn gizi kronis yang dialami balita yang sudah lahir atau masih berada di dalam janin ibu, seperti ciri-cirinya tinggi badan kurang (pendek), berat badan yang tidak sesuai dengan seusianya, kemudian masalah stunting ini lebih berbahaya lagi kondisi yang menyebabkan pertumpuhan otak lambat, atau anak tidak cerdas kemudian anak menjadi lemah sehingga mudah sakit-sakitan, anak akan sulit mengikuti pelajaran saat bersekolah, setelah bersekolah akan sulit mendapatkan pekerjaan.
Masalah ini di Indonesia berada diurutan ke-4 mengalami kondisi stunting. Saat ini 8juta anak Indonesia mengalami pertumbuhan tidak maksimal atau bahkan lebih dari 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting. Data stunting di Kabupaten Bogor berdasarkan data Litbang Kabupaten Kabupaten Bogor tahun 2017 sekitar 26,9 % dari 323 anak yang diperiksa dengan kisaran 0-59 bulan adalah stunting. Bulan Maret 2018 Dinas Kesehatan memiliki data jumlah balita kerdil di Kabupaten Bogor mencapai 27% dari 530.00 jiwa setara 159.000 jiwa.
Apa yang dilakukan masyarakat dalam menangani stunting ini? Apabila Dinas Komunikasi dan Informatika mengadakan forum Sosialisasi tentang Stunting, dengan kelanjutan menginformasikan di media sosial seperti Instagram, Facebook, twitter, radio Teman dan Tegar Heriman Tv menyebarkan kejadian stunting kemudian Dinas Kominfo pun membuat majalah tentang Stunting.
Sedangkan dari Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Budaya Bogor melakukan Progrem Pelaksanaa Intensivensi Pencegahan Terintegrasi Stunting, Lokus Daerah stunting terintegrasi di provinsi Jawa Barat terdapat 8 kecamatan, di dalam kutipan acara forum sosialisai stunting yang dilaksanakan 10 Jui 2018 di Dinas Kominfo Kabupaten Bandung.
Lain halnya Dede Agung Priatna sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bogor memberikan solusi yang berjudul 60 Detik Langkah Nyata Berperan Menyiapkan Generasi Produktif di Masa Depan. Dalam bincnagannya hal yang pertama dilakukan yaitu hidup sehat dan mencuci tangan dengan baik dan benar. Yang pertamamencuci tangan sebalum sebelum makan, mencuci tangan sesudah makan , mencuci tangan sebelum menyentuh bayi, mencuci tangan setelah buang air.
Karena stunting sangat berbahaya dan harus segera dibasmi maka kita selaku warga Indonesia harus turut andil dalam melindungi, memberdayakan bahkan mensejahterakan orang-orang yang kita sayangi dari stunting, 1000 hari pertama kehidupan seorang anak merupakan periode emas penerus Bangsa Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar