Rabu, 11 Juli 2018

Mengenal Stunting Bagi Penerus Bangsa

Stunting terdengar masih awam dikalangan masyarakat, padahal stunting sangat penting dan diteliti bahkan dibahas, sebab stunting merupakan kondisi kekuranagn gizi kronis yang dialami balita yang sudah lahir atau masih berada di dalam janin ibu, seperti ciri-cirinya tinggi badan kurang (pendek), berat badan yang tidak sesuai dengan seusianya, kemudian masalah stunting ini lebih berbahaya lagi kondisi yang menyebabkan pertumpuhan otak lambat, atau anak tidak cerdas kemudian anak menjadi lemah sehingga mudah sakit-sakitan, anak akan sulit mengikuti pelajaran saat bersekolah, setelah bersekolah akan sulit mendapatkan pekerjaan.

Masalah ini di Indonesia berada diurutan ke-4 mengalami kondisi stunting. Saat ini 8juta anak Indonesia mengalami pertumbuhan tidak maksimal atau bahkan lebih dari 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting. Data stunting di Kabupaten Bogor berdasarkan data Litbang Kabupaten Kabupaten Bogor tahun 2017 sekitar 26,9 % dari 323 anak yang diperiksa dengan kisaran 0-59 bulan adalah stunting. Bulan Maret 2018 Dinas Kesehatan memiliki data jumlah balita kerdil di Kabupaten Bogor mencapai 27% dari 530.00 jiwa setara 159.000 jiwa.

Apa yang dilakukan masyarakat dalam menangani stunting ini? Apabila Dinas Komunikasi dan Informatika mengadakan forum Sosialisasi tentang Stunting, dengan kelanjutan menginformasikan di media sosial seperti Instagram, Facebook, twitter, radio Teman dan Tegar Heriman Tv menyebarkan kejadian stunting kemudian Dinas Kominfo pun membuat majalah tentang Stunting.

Sedangkan dari Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Budaya Bogor melakukan Progrem Pelaksanaa Intensivensi Pencegahan Terintegrasi Stunting, Lokus Daerah stunting terintegrasi di provinsi Jawa Barat terdapat 8 kecamatan, di dalam kutipan acara forum sosialisai stunting yang dilaksanakan 10 Jui 2018  di Dinas Kominfo Kabupaten Bandung.

Lain halnya Dede Agung Priatna sebagai Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Bogor memberikan solusi yang berjudul 60 Detik Langkah Nyata Berperan Menyiapkan Generasi Produktif di Masa Depan. Dalam bincnagannya hal yang pertama dilakukan yaitu hidup sehat dan mencuci tangan dengan baik dan benar. Yang pertamamencuci tangan sebalum sebelum makan, mencuci tangan sesudah makan , mencuci tangan sebelum menyentuh bayi, mencuci tangan setelah buang air.

Karena stunting sangat berbahaya dan harus segera dibasmi maka kita selaku warga Indonesia harus turut andil dalam melindungi, memberdayakan bahkan mensejahterakan orang-orang yang kita sayangi dari stunting, 1000 hari pertama kehidupan seorang anak merupakan periode emas penerus Bangsa Indonesia

Kolaborasi Kementrian KOMINFO RI dengan Dinas KOMINFO Kab. Bogor adakan Forum Sosialisasi Stunting

Cibinong - Kementian Kominfo RI dan Dinas Kominfo Kab. Bogor telah menyelenggarakan acara Forum Sosialisasi Stunting. Menyusung tema “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dalam Rangka Penurunan Presentase Stunting” di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika Kab. Bogor, yang dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Kab. Bogor Wawan Munawar Sidik(10/7/2018)

Hasil laporan Teti Sutiati Bidang Koordinasi Dinas Kab. Bogor, kegiatan forum tersebut diikuti oleh 100 peserta dari 10 desa Kab.Bogor yang terdiri dari camat, kepala desa, sekelompok informasi masyarakat, kader masyarat, tim pembinaan kesejahteraan Keluarga (PKK), Lembaga pemberdayaan masyarakat camat daerah, tim koordinasi program keluarga (PKH), dan media lepas terdiri dari lembaga penyiaran Provinsi Bogor Raya. Di tambah kegiatan ini menghadirkan berbagai narasumber dan sambutan.

Dalam sambutan sekaligus membuka acara forum Sosialisasi Wawan Munawar membacakan sambutan Bupati Kab.Bogor Nurhayanti yang berisi tentang forum sosialisasi menyatakan kegiatan forum sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya strategis untuk mewujudkan komitmen bersama, mewujudkan kondisi optimal Kab.Bogor termaju di Indonesia.

Diapun menambahkan acara forum ini sangat penting dan strategis, karena fokus stunting tidak hanya mempengaruhi kualitas kehidupan dan menimbulkan gangguan fisik, akan tetapi juga mempengaruhi kecerdasan dan produktivitas di masa dewasanya yang tentu menjadi faktor penting kual
itas generasi penerus.

Sementara Kasubdit Kementrian Wakil Lembaga Komunikasi dan Sosial Maroli J.Indarto, Forum sosialisasi stunting ini sangat penting terkait pengembangan manusia, disebabkan perekonomian Indonesia, bahwa pembangunan infrastruktur yang akan menuju pada priode yang akan mendatang dan dari data3 dari 10 orang terindentifikasi stunting. Bagi Maroli Stunting adalah balita mengalami kekurangan gizi kronis pada balita dan kurangnya daya/kelemahan otak.

“Harapan saya perwakilan masyarakat ini bisa mengkomunikasiakn dengan masyarakatnya yang dipedesaan, atau bapak, ibu bisa bekomunikasi dengan bahasa yang dimengerti dan dipahami didesa masing-masing sehingga bisa mengurangi suatu kejaidan stunting sehingga untuk menjadi modal kesatuan bangsa. Kata Maroli